Minggu, 06 Januari 2019

Agen Foredi Dekat Monumen Mandala Makassar

Di dalam Kota Makasar ada suatu Monumen yang dengan nama Mandala. Tempat ini dibikin buat kembali mengenang perjuangan Pembebasan Irian Barat. Monumen ini terdapat di jl. Jendral Sudirman, gak terlalu jauh dari lapangan kaberosi, hingga buat ketujuan tempat ini bisa ditempuh dgn jalan kaki.

Monumen mandala sering dijadikan tempat pertemuan pelanggan foredi di dalam kota makassar, karena tempat ini sangat mudah ditemukan jika mencari alamat dalam kota makassar.

Hubungi agen kami di sekitar monumen mandala jika anda ingin memesan produk herbal oles-oles ini, dan kami akan membantu anda untuk mendapatkannya segera.

artikel terkait : jual foredi dekat monumen mandala

Dlm peristiwa perjuangan irian barat ada berbagai macam relief serta diorama mengenai usaha para pejuang yang berjuang di Irian Barat. tempat ini berupa segitiga sama segi ini kelihatan demikian mengagumkan serta menawan diperlengkapi dgn menara yang dibangun tingggi lebih kurang 75 mtr. dari dasar tanah. Bangunan yang berupa segitiga adalah merupakan symbol dari Trikora (3 Komando Rakyat). Di bagian bawah serta atas monumen ini ada relief yang berupa api yang berkobar yang berarti semangat juang yang dimiliki para pejuan Trikora. tempat ini yang berlantai 2 menaruh banyak kekhasan disetiap lantainya.



Pada lantai dasar ada bermacam jenis relief dan 12 diorama. Diorama yang ada dilantai pertama ceritakan deskripsi perang yang berlangsung di Makassar sampai moment Andi Azis. Pada lanatai ke dua pun ada diorama yang mendeskripsikan perjuangan pembebasan Irian Baratserta mengembalikannya ke NKRI. Terkecuali itu 3 relief pada lantai ini mendeskripsikan rapat atau diskusi untuk mengulas gagasan atau siasat yang bakal dipakai dlm pembebasan Irian Barat, relief 3 Komando Rakyat (Trikora) serta relief Jenderal Basuki Mawa Bea. Ada juga ruangan – ruangan yang diperlukan jadi ruangan gallery dan ruangan pertemuan. Terkecuali itu pada sisi belakang Monumen Mandala pun ada suatu panggung yang biasa dipakai buat acara – acar khusus yang diselenggarakan oleh PEMKAB ditempat buat menghibur penduduk kota Makasar.

Tempat ini dibikin pada tahun 1994 serta usai sekitar tahun 1996 buat kembali mengenang layanan para pejuang dlm perjuang membebaskan irian barat dari tangan beberapa para penjajah juga sekaligus hadiah atas layanan eks presiden yang ke-2 yakni soeharto. mantan presiden ke dua indonesia itu pun adalah panglima komando mandala yang bertindak utama dlm mengontrol siasat buat usaha membebaskan irian barat. hingga sampai di pahami, memproklamirkan kemerdekaan sudah lebih 20 tahun akan tetapi belanda tetap kuasai wilayah irian barat. mulai sejak operasi pembebasan sukses, irian barat lantas kembali pada negara Republik Indonesia tercinta.

Bangunan ini adalah menara yang tingginya setinggi 75 METER di dalam kota makassar. tempatnya terdiri dalam 4 lantai, di lantai dasar ada diorama relief serta tiruan busana serta perjuangan penduduk sulawesi selatan pada zaman XVII. dan pada lantai 2 ada diaroma serta relife yang ceritakan mengenai perjuangan pembebasan irian barat. dan di lantai 3 kita dapat memandang tiruan ruangan kerja panglima mandala, komplet dgn peta irian barat, foto-foto persiapan pemberangkatan pasukan, sinyal jabatan serta busana yang di gunakanlah ketika operasi mandala, masuk lantai ke 4 merupakan ruangan pandang dimana kita bisa memandang kondisi kota makassar dgn ketinggian 73-75 mtr. dari permukaan tanah .

Hasil view buat tempat ini pada dinding luar gedung direaliris kobaran api yang menggambarkan GELORA SEMANGAT untuk perjuangan irian barat, dan di dlm badan gedung ada relief yang ceritakan usaha juang para tentara dalam membebaskan irian barat.

pembebasan irian barat operasinya dimulai tgl 2 januari 1962 dgn keluarnya ketetapan presiden mengenai pembentukan komando mandala serta sepuluh hari setelah itu presiden soekarno mengangkut myjen TNI soeharto jadi panglima mandala serta makassar diputuskan jadi markas komando mandala. dari markas yang terdapat di jalan jendral sudirman, operasi buat mengambil irian barat diatur sampai pada akhirnya indonesia berdaulat penuh atas irian barat mulai sejak 1 mei 1963.

monumen ini adalah kisah lalu indah yang di sumbangkan buat menjunjung soeharto jadi panglima komando pembebasan irian barat dgn desai yang benar-benar menarik ialah monumen dibikin dgn bentuk segitiga sama segi melambangkan 3 komando rakyat (trikora) . di bagian bawahnya ada relief lidah api sebagai ikon semangat dari trikora. sesaat relief pada sisi atas melambangkan semangat yang belum pernah padam. terkecuali itu ada 27 patung batang bambu runcing jadi ikon instrumen perjuangan fisik rakyat kala itu.

koran makassar online

Selasa, 13 November 2018

Benteng Rotterdam Makassar

Anda tahu tentang Benteng Rotterdam di Makassar? tentunya informasi ini yang akan kami bagikan kali ini, tempat ini merupakan salah satu situs sejarah yang terletak di dalam kota Makassar dan berada di pinggir pantai. Banteng ini menghadap langsung ke laut sebagai bentuk pertahanan pada saat itu.

Kesultanan ini sebetulnya mempunyai 17 buah benteng yang mengelilingi Makassar, sebagai ibukota kesultanan. Tapi benteng yang sangat megah diantara benteng-benteng yang lain ialah benteng Fort Rotterdam. Sampai sekarang ini, keaslian benteng masih tetap terpelihara.

Tempat benteng gampang dijangkau sebab terdapat di kota Makassar, persisnya ada di muka pelabuhan laut kota Makassar. Jaraknya seputar dua km. dari Pantai Losari. Dengan style arsitektur masa 1600-an, benteng ini tampak mencolok dari bangunan



Di sekelilingnya hingga gampang dikenali. Temboknya mempunyai ketebalan hampir dua mtr., berwarna hitam, serta tampak kuat menjulang setinggi hampir lima mtr.. Pintu penting benteng memiliki ukuran kecil. Bila disaksikan dari ketinggian, bentuk benteng mirip penyu yang tengah ke arah pantai.

Fort Rotterdam atau juga dikenal dengan Benteng Ujung Pandang, terdapat di Jalan Ujung Pandang No 1, Kota Makassar. Menilik riwayat, Benteng Fort Rotterdam dibuat pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna.

Orang Gowa-Makassar menyebutkan benteng ini dengan panggilan Benteng Panyyua (Penyu) yang disebut markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Panggilan panyyua atau penyu merujuk pada bentuk keseluruhnya Benteng Fort Rotterdam yang bila disaksikan dari hawa, terlihat mirip seekor penyu yang akan masuk ke pantai.

Waktu Kerajaan Gowa-Tallo berkuasa, mereka di tandatangani kesepakatan Bungayya yang salah satunya pasalnya mengharuskan Kerajaan Gowa menyerahkan Benteng Ujung Pandang pada Belanda. Semenjak pasukan Belanda tempati benteng itu, nama Benteng Ujung Pandang menjadi Fort Rotterdam.



Pintu masuk Fort Rotterdam ialah satu benteng setinggi seputar 3 mtr., pengunjung diperbolehkan isi buku tamu sebelum masuk ke benteng. Masuk sisi dalam Fort Rotterdam, pengunjung diterima satu taman hijau nan asri yang ada di tengahnya benteng.

Taman itu dikelilingi oleh bangunan tua bertingkat 2, sesaat tembok setinggi seputar 3 mtr. terlihat melingkari lokasi Fort Rotterdam ini. Diluar itu, traveler dapat juga menjumpai Museum La Galibo yang berada di benteng.

Di museum yang relatif hening suasananya, ada koleksi beberapa benda bersejarah mulai dari jaman prasejarah yang tampilkan fosil bebatuan serta senjata-senjata kuno penduduk Sulawasi Selatan, sampai perubahan budaya di waktu modern.

Beberapa benda bersejarah itu dipertunjukkan dalam kotak kaca besar ataupun etalase-etalase, diantaranya ialah kapak, mata panah, perhiasan, patung serta ada banyak kembali.

Tidak hanya beberapa benda kuno, Museum La Galigo ikut tampilkan riwayat hidup penduduk Sulawesi Selatan yang dipertunjukkan dengan mode rumah kebiasaan. Museum ini pula tampilkan kehidupan mata pencaharian penduduk ditempat yang sebagian besar ialah pelaut. Satu miniatur kapal Phinisi terpajang di salah satunya pojok museum memvisualisasikan bagaimana penduduk Sulawesi Selatan sejak dahulu memang seseorang pelaut ulung.

Pada umumnya bangunan-bangunan di lokasi Benteng Fort Rotterdam ada dalam keadaan utuh serta tertangani. Bahkan juga di tengahnya benteng, persisnya seputar taman ada satu bangunan yang di depannya biasa dibuat menjadi panggung untuk pagelaran seni.

Tempat wisata ini cuma berjarak seputar 1 Km dari Pantai Losari, atau bila ditempuh dari Bandara Sultan Hasanuddin seputar 30 menit mengendarai mobil ataupun motor. Sesaat dari Pelabuhan Sukarno Hatta ditempuh cuma seputar 15 menit.

artikel terkait:
gasa oil makassar
toko herbal makassar

Sabtu, 08 Februari 2014

Info Perwakilan Bus di Makassar

Anda mencari alamat perwakilan bus di Makassar?, berikut data perwakilan bus yang ada di Makassar beserta alamat dan rute busnya ke Luar Kota :